Sejarahnya yang Menarik dan Eksotis: Inilah 6 Candi Terbaik di Jawa Tengah

Candi Gedong Songo (paradisotour.co.id)

esatu.id- Candi adalah tempat ibadah dan bangunan peninggalan masa lalu, terutama di era Kerajaan Hindu-Buddha. Orang membangunnya untuk menghormati dewa atau leluhur mereka.

Candi-candi di Jawa Tengah tersebar di beberapa tempat dan masih digunakan sebagai tempat upacara keagamaan. Mereka juga menjadi tempat wisata sejarah dan situs peninggalan sejarah.

Jika Anda ingin melakukan wisata sejarah dan edukasi, beberapa candi di Jawa Tengah adalah tempat yang harus Anda kunjungi. Anda akan dapat mengagumi indahnya peradaban yang ada dan belajar tentang cagar budaya Indonesia.

1. Candi Gedong Songo

Raffles, seorang negarawan Inggris yang pernah menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda, menemukan Candi Gedong Songo pada tahun 1804. Di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), candi ini memiliki sembilan candi yang tersebar di seluruh kompleks.

Kami tidak dapat melihat seluruh candi karena beberapa alasan. Di perkirakan kompleks candi ini di bangun pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra pada abad ke-9. Jika Anda pergi ke Candi Gedong Songo, Anda tidak hanya akan melihat bangunannya yang megah tetapi juga melihat pemandangan yang indah.

Selain itu, ada beberapa lokasi tambahan di lokasi ini. Ini termasuk hutan pinus, pemandian air panas yang mengandung belerang, menjelajah candi dengan berkuda, dan area perkemahan. Dari Semarang, Anda dapat mencapai lokasi ini dalam waktu kurang lebih satu jam dan dari Ambarawa dalam waktu tiga puluh menit.

Lokasi: Desa Candi, Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

Jam operasional: setiap hari pukul 06.00-17.00 WIB

Harga:

  • Rp10 ribu saat hari biasa
  • Rp15 ribu saat akhir pekan

2. Candi Plaosan

Sementara nama dan popularitas candi ini mungkin terdengar asing dan tidak sepopuler dengan banyak candi lain di Jawa Tengah, sejarahnya membuat pengunjung tertarik.

Cinta Rakai Pikatan dan Pramodawardhani tidak seindah cinta Romeo dan Juliet. Dalam struktur yang sekarang di kenal sebagai Candi Plaosan, kisah cinta yang beragam agama di satukan.

Selain itu, candi ini berfungsi sebagai simbol persatuan antara Wangsa Sanjaya (Hindu) dan Wangsa Syailendra (Buddha). Candi Plaosan menunjukkan cinta kasih Rakai Pikatan kepada istrinya.

Candi Buddha ini di bangun pada 825–830 Masehi, atau pada abad kesembilan. Kompleks Candi Plaosan terdiri dari dua bagian, Candi Plaosan Lord dan Candi Plaosan Kidul.

Lokasi: Jalan Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Jam operasional: Selasa hingga Minggu pukul 08.00-16.00 WIB

Harga:

  • Rp2 ribu untuk anak-anak
  • Rp10 ribu untuk dewasa
  • Rp50 ribu untuk wisatawan asing

Baca Juga: Buat Sendiri di Rumah! Resep Ayam Katsu Ala Hokben yang Super Crispy dan Lezat

3. Candi Cetho

Candi Cetho di bangun pada abad ke-15 atau akhir zaman Kerajaan Majapahit. Masyarakat Hindu percaya bahwa candi di bangun di atas ketinggian karena mereka percaya bahwa semakin tinggi sebuah tempat, semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Hal ini selaras dengan Candi Cetho, yang terletak di ketinggian 1496 mdpl di lereng Gunung Lawu dan di gunakan sebagai tempat wisata dan tempat pemujaan Hindu.

Selain itu, orang-orang yang beragama Kejawen atau asli Jawa juga sering bertapa di lokasi ini. Karena bentuknya yang menyerupai punden berundak, struktur candi ini tampaknya menggabungkan budaya nusantara dan pengaruh Hindu.

Lokasi: Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Jam operasional:

  • Sabtu hingga Senin pukul 08.00-16.30 WIB
  • Selasa dan Jumat selama 24 jam
  • Rabu dan Kamis pukul 08.00-16.30 WIB

Harga:

  • Rp10 ribu untuk wisatawan lokal
  • Rp30 ribu untuk wisatawan asing

4. Candi Borobudur

Masih banyak orang yang keliru tentang lokasi dan letak Candi Borobudur. Tidak seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan terletak di dua provinsi sekaligus. Sebenarnya, candi ini berada di Jawa Tengah, bukan di Yogyakarta.

Kurang lebih sekitar tahun 800 Masehi, para penganut Buddha Mahayana mendirikan candi ini. Seperti stupa dan mandala, arsitektur candi di pengaruhi dari India. Namun, candi-candi ini, yang disusun seperti bangunan megalitik berundak, masih menunjukkan budaya nusantara.

Banyak orang percaya bahwa arsitektur ini menunjukkan pemujaan orang-orang Indoensia dan perjuangannya untuk mencapai Nirwana. Ini terlihat jelas dari ukiran atau relief di dinding candi yang menunjukkan tingkat spiritual kehidupan manusia hingga mencapai Nirwana.

Lokasi: Jalan Badrawati, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Jam operasional: setiap hari pukul 07.30-16.00 WIB

Harga:

  • Rp25 ribu untuk wisatawan lokal anak-anak
  • Rp50 ribu untuk wisatawan lokal orang dewasa
  • Rp210 ribu untuk wisatawan asing anak-anak
  • Rp350 ribu untuk wisatawan asing dewasa

5. Candi Arjuna

Candi ini pasti tidak asing bagi Anda saat Anda berada di Kawasan Datarang Tinggi Dieng. Adalah candi Hindu yang di bangun selama Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8.

Orang Dieng memilih nama Arjuna, seperti candi-candi lain di daerah itu. Nama tersebut berasal dari tokoh pewayangan dari cerita Mahabarata. Beberapa benda purbakala masih di temukan di sekitar candi, lho.

Di sekitar kompleks Candi Arjuna terdapat banyak candi lain, termasuk Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Puntadewa. Selain itu, pemandangan di sekitar kompleks sangat indah. Selain itu, Festival Seni Dieng dan Jazz Atas Awan sering diadakan di kawasan ini hampir setiap tahunnya.

Lokasi: Dusun Karangsari, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah

Jam operasional: setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB

Harga:

  • Rp10 ribu untuk wisatawan lokal
  • Rp17 ribu untuk wisatawan asing

6. Candi Prambanan

Kompleks Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Lokasinya unik karena sebagian dari candi berada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan sebagian lagi berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Prambanan terkenal dengan cerita Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, tetapi sebenarnya di bangun oleh Rakai Pikatan pada abad kesembilan Masehi. Itu di bangun untuk menandingi Candi Borobudur. Kompleks Candi Prambanan memiliki 240 candi secara keseluruhan.

Candi ini di sebut Prambanan karena terletak di desa Prambanan, di mana dia di bangun. Nama Prambanan di katakan berasal dari dialek Jawa pada masa itu, di mana orang kesulitan menyebut nama “Para Brahman” atau entitas tertinggi dalam agama Hindu yang di samakan dengan Tuhan.

Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi salah satu candi yang indah di Jawa Tengah, jangan lupa untuk mengunjungi museum yang menyimpan beberapa artefak kuno dan menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana.

Lokasi: Jalan Candi Sewu Nomor 9, Tlogo Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Jam operasional: setiap hari pukul 06.30-16.00 WIB

Harga:

  • Rp25 ribu untuk anak-anak (3-10 tahun) dan pelajar
  • Rp50 ribu untuk dewasa
  • Rp350 ribu untuk wisatawan asing

Wisata ke candi atau tempat sejarah lainnya adalah pengalaman menyenangkan dan tak terlupakan. Jika Anda memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Jawa Tengah, jangan lupa untuk mengunjungi beberapa candi di atas!